sekiranyaseseorang tidak merayakan paskah, jangan seorangpun menghakimi atau menghukum orang itu, itulah yang dituliskan oleh rasul paulus dalam kolose 2:16, 17, karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa
Sebab warga yang ingin merayakan Paskah, tidak memiliki halaman memadai. Makanya, mereka mendirikan tenda tepat di jalan tersebut. "Saya minta penutupan jalan tersebut agar bisa dimaklumi.
Poinpoin diatas menunjukkan bahwa umat Advent tetap mengakui Natal, tetapi memilih untuk tidak merayakannya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tanggal yang pasti kapan Yesus dilahirkan di Alkitab, dan karena mereka tidak mau mengadakan pesta-pora yang berlebihan pada perayaan Natal.
Lucunya ada Advent yang merayakan, tetapi umumnya gereja-gereja Advent sendiri tidak merayakan." Bagi Advent sendiri juga tidak ada kata sepakat tentang menolak atau menerima merayakan Natal. Chris Poerba dari Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) pernah menulis Advent Tidak Merayakan Natal. Tulisan itu muncul sesuai keterangan
Vay Nhanh Fast Money. Lori Official Writer Setiap tahunnya umat Kristen pasti akan selalu merayakan peringatan tahunannya seperti Natal dan Paskah. Nah, bertepatan dengan bulan Natal kali ini, tertarik untuk membahas alasan dibalik kemeriahan perayaan Natal yang begitu jauh berbeda dengan perayaan Paskah. Beda Natal dan Paskah Sebagaimana kita tahu, Natal adalah perayaan kelahiran Yesus yang ditetapkan setiap tahunnya pada 25 Desember. Sementara Paskah adalah peringatan akan kematian Yesus di kayu Salib sebagai bentuk karya keselamatan umat manusia. Dua perayaan ini tentu berbanding terbalik, yang satunya adalah perayaan kelahiran’ dan yang lainnya tentang peringatan kematian’. Sebagai momen kelahiran, orang Kristen biasanya akan merayakan Natal dengan suasana yang sangat meriah. Kemeriahan ini bukan saja berpusat di gereja atau rumah-rumah, tetapi juga di sejumlah pusat perbelanjaan dan rumah makan. Sebaliknya, orang Kristen hanya merayakan Paskah dengan cara yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang tak ada acara khusus yang biasa dilakukan untuk merayakannya selain mengikuti ibadah gereja saja. Baca juga 15 Gambar dan Ucapan Natal Lengkap dengan Ayat Alkitab Lalu pertanyaannya kenapa perayaan Natal selalu lebih menyedot perhatian banyak orang dibandingkan dengan Paskah? Pendeta Yusak Soleiman, pun sudah menyimpan jawaban yang jelas dan lengkap. Sebagaimana disampaikannya, bahwa perayaan Natal nan meriah seperti sekarang ini bisa jadi hal yang patut disyukuri. Karena ternyata Natal, yang merupakan hari kelahiran Yesus, rupanya dirayakan secara global oleh semua orang. Namun kemeriahan Natal yang mendunia seperti saat ini baru terjadi selama 30 tahun belakangan, sejak dunia marketing mulai menjadikan Natal secara komersial. Komersialisasi Natal inilah yang menjadikan maknanya menjadi hilang. Sehingga orang Kristen, secara khusus, tidak lagi fokus memaknai Natal sebagai kelahiran Yesus yang dirayakan secara sederhana. Melainkan menjadikan perayaan ini justru sebagai momen untuk merayakan acara yang menguras cukup banyak perhatian, energi dan juga materi. Pendeta Yusak menekankan bahwa Natal adalah perayaan dimana orang-orang Kristen merenungi alasan besar kenapa Tuhan bersedia datang ke dunia. “Natal adalah perayaan dimana kita merenung. Kenapa Tuhan bersedia datang? Bukan aspek kemeriahannya. Tapi aspek pengorbanannya,” kata Pendeta Yusak. Lalu kenapa perayaan Paskah jauh lebih sederhana? Berdasarkan sejarahnya, Paskah sebenarnya sudah dirayakan oleh orang-orang Kristen pertama. Sementara Natal baru muncul sekitar abad ke-4 tahun 300-an. Berdasarkan akar sejarahnya, Paskah adalah hari raya yang sangat penting dalam kekristenan. Namun pengaruh globalisasi dan komersialisasi membuat Natal menjadi perayaan yang glamor. Sementara secara psikologisnya, khususnya di negara Barat, perayaan Natal yang meriah ini dianggap menjadi cara untuk menghibur semua orang yang terjebak di rumah selama musim dingin. Jadi, gak heran jika Natal di negara-negara Barat diwarnai dengan pesta-pesta meriah yang berlangsung hingga penyambutan Tahun Baru. Baca juga Yuk Baca 15 Ayat Renungan Alkitab Ini Selama Rayakan Natal “Jadi merayakan Natal itu sebenarnya bukan hanya merayakan kemeriahan. Tapi merenungkan juga kalau Tuhan datang sekarang, apa yang kita mau katakan?” terangnya. Jadi jika ditarik pada situasi atau kondisi di Indonesia, Pendeta Yusak berpendapat bahwa menyambut Natal bukan hanya berpesta, memberi atau menerima hadiah. Tapi mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan Tuhan. Sudahkah kita mempersiapkan hati kita menyambut kelahiran Yesus di Natal kali ini? Mari persiapkan dirimu dari saat ini. Sumber Halaman 1
Jawaban Alkitab Paskah adalah perayaan orang Yahudi untuk memperingati peristiwa saat Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir pada 1513 SM. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk memperingati peristiwa penting ini setiap tahun. Paskah diperingati pada hari ke-14 dari bulan Abib, yang belakangan disebut bulan Nisan.​—Keluaran 1242; Imamat 235. Kenapa disebut Paskah? Kata ”Paskah” berasal dari kata Ibrani yang berarti ”melewati”. Kata itu memaksudkan peristiwa saat Allah melewatkan, atau menyelamatkan, anak-anak sulung bangsa Israel sewaktu Allah membinasakan semua anak sulung di Mesir. Keluaran 1227; 1315 Tapi sebelum Allah melakukan hal itu, Dia menyuruh bangsa Israel untuk menyembelih seekor domba atau kambing, lalu memercikkan darahnya ke kusen pintu mereka. Keluaran 1221, 22 Allah akan melihat tanda ini dan ”melewati” rumah mereka, dan anak sulung mereka pun selamat.​—Keluaran 12​7, 13. Bagaimana Paskah dirayakan pada zaman Alkitab? Allah memberi petunjuk kepada bangsa Israel tentang cara merayakan Paskah yang pertama. a Beberapa hal yang dilakukan saat perayaan Paskah dicatat dalam Alkitab. Korban Pada hari ke-10 dari bulan Abib Nisan, setiap keluarga harus memilih seekor domba atau kambing yang berumur satu tahun. Lalu, pada hari ke-14, binatang itu harus disembelih. Pada Paskah pertama, bangsa Israel memercikkan darah binatang itu ke bagian kanan, kiri, dan atas kusen pintu rumah mereka. Mereka juga perlu memanggang seluruh bagian binatang itu dan memakannya.​—Keluaran 123-9. Makanan Selain makan daging domba atau kambing, bangsa Israel juga makan roti tanpa ragi dan sayur pahit pada perayaan Paskah.​—Keluaran 128. Perayaan Setelah Paskah, bangsa Israel mengadakan Perayaan Roti Tanpa Ragi selama tujuh hari. Pada perayaan itu, mereka tidak makan roti yang mengandung ragi.​—Keluaran 1217-20; 2 Tawarikh 3021. Pengajaran Saat merayakan Paskah, orang tua mengajar anak mereka tentang Allah Yehuwa.​—Keluaran 1225-27. Perjalanan Belakangan, bangsa Israel pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.​—Ulangan 165-7; Lukas 241. Kebiasaan lainnya Pada zaman Yesus, orang-orang bernyanyi dan meminum anggur saat perayaan Paskah.​—Matius 2619, 30; Lukas 2215-18. Kesalahpahaman tentang Paskah Kesalahpahaman Bangsa Israel memakan daging korban Paskah pada 15 Nisan. Fakta Allah meminta bangsa Israel menyembelih seekor domba tepat setelah matahari terbenam pada 14 Nisan dan memakan dagingnya pada malam itu juga. Keluaran 126, 8 Bangsa Israel menghitung satu hari mulai dari matahari terbenam sampai matahari terbenam. Imamat 2332 Jadi, mereka menyembelih domba dan memakan korban Paskah di hari yang sama, yaitu pada 14 Nisan. Kesalahpahaman Orang Kristen harus merayakan Paskah. Fakta Setelah Yesus merayakan Paskah pada 14 Nisan 33 M, dia memberikan suatu perintah baru, yaitu Perjamuan Malam Tuan. Lukas 2219, 20; 1 Korintus 1120 Sejak saat itu, Perjamuan Malam Tuan menggantikan Paskah. Perjamuan Malam Tuan diadakan untuk memperingati kematian ”Kristus, anak domba Paskah”. 1 Korintus 57 Nilai korban tebusan Yesus lebih berharga daripada korban Paskah karena tebusan Yesus dapat membebaskan manusia dari dosa dan kematian.​—Matius 2028; Ibrani 915.
Bedanya Jumat Agung dengan Ibadah PaskahPerbedaan Jumat Agung dan Paskah dalam Agama Kristen1. Dasar PeristiwaJumat AgungPaskah2. MaknaJumat AgungPaskahBedanya Jumat Agung dengan Ibadah – Perbedaan Jumat Agung dan Paskah. Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara perayaan Jumat Agung dan Paskah. Tidak hanya orang awam, melainkan dari kalangan umat Kristen sendiri pun banyak yang tersebut menyebabkan banyak orang menyebut Jumat Agung sebagia paskah. Padahal makna Jumat Agung dan makna Paskah berbeda satu sama lain. Keduanya berbeda meski bila dikaitkan ya mirip-mirip orang Kristen, tentu saja kita harus memahami ahwa sebenarnay kedua hari tersebut berbeda. Dan pada artikel ini kita akan menjelaskannya kepada Anda secara lengkap dan dasarnya perbedaan antara keduanya terletak dari dasar peristiwa dan makna. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut ini untuk lebih Jumat Agung dan Paskah dalam Agama KristenLagnsung saja tanpa banyak basa basi kembali, silahkan simak ulasan lengkap mengenai perbedaan antara Jumat Agung dan Paskah di bawah ini. Silahkan simak ulasannya secara Dasar PeristiwaJumat AgungDasar peristiwa Jumat Agung adalah peringatan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Ini berdasarkan berbagai penelitian yang menurut rincian Kitab Suci mengenai Pengadilan Sanhedrin, peristiwa penyaliban Yesus kemungkinan terjadi pada hari Jumat meski tak dijelaskan mengapa disebut sebagai Jumat Agung karena pada hari tersebut meningatkan kita akan arti penebusan dosa. Selain itu, kita juga diingatkan akan seberapa mahal harga yang perlu dibayar untuk menebus dosa kita semua manusia di muka biasanya dirayakan pada Hari Minggu, hari ketiga jika dihitung dari Jumat Agung. Sampai di sini kita sudah mengetahui perbedaannya, yakni Paskah merupakan hari di mana Yesus dibangkitkan dari kematian-Nya di kayu ini membuktikan bahwa nubuat nabi-nabi terdahlu benar adanya, bahwa Yesus adalah mesias, Sang Juruselamat seperti dijelaskan dalam nabi yang meramalkan kelahiran Yesus. Kebangkitan Yesus juga menyataan bahwa Dia adalah anak Allah, ini merupakan pengharapan bagi kita yang percaya keselamatan yang diberikan-Nya itu MaknaJumat AgungJumat Agung bukan dimaknai sebagai berdukacita, melainkan untuk bersukacita karena cinta yang telah diberikan oleh Allah kepada ktia. Sebab begitu besar kasih-Nya, Dia rela mengorbankan anak-Nya di atas kayu menjadi alasan mengapa kita perlu mengasihi ornag lain. Kita mengasihi karena Allah terlebih dahulu menyatakan kasih-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus. Bila kita menyadarinya, maka tak sulit bagi kita untuk membagikan kasih kepada yang Yesus jalani juga memberikan pesan bahwa hidup ini bukan tanpa tujuan dan pasti ada banyak rintangan menghadang. MEski begitu penderitaan bukan seaglanya dan setelah ktia melewati masalah juga bukan suat akhir. Meski kita akan selalu menghadapi masalah namun ada hal yang ingin kita capai, itulah hidup dan risiko yang akan selalu penderitaan Yesus selama di dunia akan selalu menguatkan dan membentuk kita agar dapat memiliki karakter Kristen sejati. Jika kita ingin menjadi pengikut-Nya kita harus memikul salib kita juga bisa dikatakan sebagai pemenang jika dia berhasil melewati tantangan dan masalah. Ini juga alasan mengapa banyak yang menyebut bahwa hidup dalam Kristus akan membuat kita hidup berkemenangan karena kita memiliki banyak terobosan hidup dalam Tuhan bukan menjanjikan kita hidup aman tentram, dan nyaman, melainkan menjamin bahwa kita akan menjadi pemenang dalam setiap persoalan. Bagaimana cara melakukannya? Kita bisa mencontoh keteladanan Yesus Kristus dan bukan menjadi pengecut dengan menghindari mengatakan bila Yesus tak dibangkitkan maka sia-sia pemberitaan yang telah Ia berikan. Ini karena jika Yesus tak dibangkitkan, maka ktia tidak akan diselamatkan. Kebangkitan Yesus mengalahkan maut menjadi pengharapan bagi kita percaya dan berserah kepada Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk melewati masalah. Kebangkitan-Nya juga membuktikan maut tak berkuasa atas Yesus, bila kita beriman dan percaya bahwa Yesus telah menebus dosa kita, maka maut juga tidak akan berkuasa atas kita. Kita adalah manusia merdeka yang hidup di dalam KataSekian pembahasan lengkap dari kami mengenai perbedaan jumat agung dan ibadah paskah. Semoga dengan ini tidak ada kebingungan lagi di antara kita dalam membedakan Jumat Agung dan Advent Tidak Merayakan NatalContoh Doa Ulang Tahun Kristen SingkatLagu Rohani Kristen dengan Tempo Cepat
Gereja yang tidak merayakan Natal adalah sejumlah aliran/denominasi gereja, sinode gereja, ataupun gereja lokal Kristen, yang tidak melakukan ibadah khusus di hari Natal. Sejumlah Gereja yang tidak merayakan Natal ini umumnya adalah denominasi atau aliran gereja dalam rumpun Kristen Protestan, beberapa di antaranya adalah ajaran sesat atau bidat Kristen. Ketujuh Gereja yang tidak merayakan Natal ini umumnya mempunyai alasan yang sama mengapa mereka tidak merayakan natal, yakni alasan doktrinal atau pemahaman terhadap ajaran Alkitab. Baca juga 2 Nabi Yang Menubuatkan Kelahiran Yesus Seperti kita tahu, perayaan natal atau peringatan kelahiran Yesus Kristus sudah menjadi suatu tradisi bagi kebanyakan aliran dan denominasi gereja Kristen. Setiap tanggal 24 Desember malam dan 25 Desember setiap tahun, gereja-gereja sibuk merayakan natal. Bukan hanya itu, di sepanjang bulan Desember setiap tahun, bahkan juga hingga bulan Januari, natal dirayakan di mana-mana. Baca juga 7 Makna Natal Yang Sesungguhnya Bukan hanya di gereja, tetapi juga di persekutuan-persekutuan doa interdenominasi, persekutuan kantor, sekolah, kampus, lingkungan tempat tinggal, dan perkumpulan-perkumpulan Kristen lainnya. Kendati demikian, tidak semua aliran/denominasi gereja Kristen yang merayakan natal. Setidaknya ada 7 gereja yang tidak merayakan natal. Ada beberapa alasan mengapa ketujuh denominasi gereja ini tidak merayakan natal. Ada denominasi gereja yang beralasan bahwa kita tidak tahu kapan Yesus lahir. Baca juga 10 Khotbah Terbaik Tentang Natal Ada denominasi gereja yang beralasan bahwa merayakan natal tidak pernah diajarkan di Alkitab, juga tidak pernah dilakukan oleh gereja-gereja di Alkitab Perjanjian Baru. Ada juga denominasi gereja yang beralasan bahwa semua hari adalah sama, tiap hari adalah hari raya, bukan hanya 25 Desember. Juga ada denominasi gereja yang beralasan bahwa 25 Desember, tanggal perayaan natal, merupakan tradisi penyembah berhala untuk merayakan dewa matahari, yang kemudian diubah oleh gereja menjadi tanggal kelahiran Yesus. Tentu adalah benar bahwa natal, yang merupakan salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah, tidak pernah dirayakan atau diperingati di Alkitab. Gereja-gereja di Perjanjian Baru tidak pernah merayakan/memperingati hari natal. Baca juga 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus Alkitab juga tidak pernah mengajarkan agar orang percaya memperingati atau merayakan natal. Baik Tuhan Yesus maupun para rasulNya, tidak pernah mengajarkan hal itu. Itulah sebabnya ada sejumlah denominasi/aliran gereja Kristen Protestan yang tidak merayakan natal. Itulah juga sebabnya mengapa banyak orang non-Kristen yang mengkritik orang Kristen yang merayakan natal yang tidak diajarkan/tidak terdapat di Alkitab. Jika demikian, apakah salah jika orang Kristen merayakan natal? Tentu saja tidak. Baca juga 7 Alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal Sebab kendati perayaan natal tidak diajarkan di Alkitab dan tidak juga dipraktekkan oleh gereja mula-mula di Alkitab, tidak berarti bahwa hal tersebut adalah salah. Ada banyak alasan mengapa kita sebagai orang Kristen boleh bahkan perlu untuk merayakan natal. Sehingga merayakan natal tidaklah salah hanya karena tidak diajarkan dan dipraktekkan dalam Alkitab. Nah artikel ini akan membahas tentang 7 gereja yang tidak merayakan natal dan alasan mengapa mereka tidak merayakan natal. Berikut pembahasannya. 1. Quaker Denominasi gereja yang tidak merayakan natal, yang pertama adalah kaum Quaker. Kaum Quaker atau perkumpulan agama sahabat Religious Society of Friends adalah suatu denominasi gereja Protestan yang lahir pada abad 17 di Inggris. Gereja ini memisahkan diri dari Gereja Inggris Church of England. Pendiri Quaker adalah George Fox, seorang tukang tenun asal Inggris. Ciri khas gereja ini adalah penekanan pada pengalaman pribadi dengan Allah. Kaum Quaker mempunyai anggota dewasa sebanyak data tahun 2017, dan 49 % berada di Afrika. 2. Advent Denominasi gereja yang tidak merayakan natal, yang kedua adalah Advent. Advent atau adventis, atau Gereja Advent Hari Ketujuh, adalah aliran gereja yang berdiri pada tahun 1863 di Amerika Serikat. Aliran Advent dalam beberapa hal berbeda dari aliran-aliran gereja Protestan lainnya. Ciri utama aliran gereja Advent adalah kepeduliannya pada aturan-aturan Perjanjian Lama, terutama ibadah pada hari Sabat/Sabtu, bukan pada hari Minggu sebagaimana umumnya gereja Kristen. Selain itu Advent juga masih mengikuti aturan makanan halal dan haram; berbeda dengan aliran gereja-gereja Kristen lainnya, yang menganggap aturan-aturan Perjanjian Lama itu tidak lagi mengikat orang Kristen di Perjanjian Baru. Menurut data dari General Conference of Seventh-day Adventists, jumlah anggota jemaat gereja-gereja aliran Advent di seluruh dunia tahun 2017 adalah jiwa, yang tersebar di berbagai negara, termasuk di Indonesia. 3. Saksi Jehova Denominasi gereja yang tidak merayakan natal, yang ketiga adalah Saksi Jehova. Aliran Saksi Jehova Inggris Jehovah’s Witnesses lahir pada tahun 1870-an atas prakarsa Charles Taze Russell. Saksi Jehova adalah aliran gereja protestan yang mempunyai beberapa ajaran yang sangat berbeda bahkan bertentangan dengan ajaran-ajaran gereja Protestan lainnya. Salah satunya adalah dalam hal keilahian Tuhan Yesus. Jika gereja-gereja Protestan umumnya mengakui/meyakini bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, yang ilahi, maka Saksi Jehova menolak keilahian Yesus, dan menganggapNya lebih rendah daripada Allah Bapa, bahkan diciptakan oleh Allah Bapa. Dengan demikian Saksi Jehova menolak doktrin Allah Tritunggal, yakni ajaran bahwa Allah adalah satu dalam tiga pribadi. Selain itu, Saksi Jehova juga mempunyai Alkitabnya sendiri, yang diterjemahkan mengikuti ajaran yang mereka anut. Sehingga, sebagai konsekwensinya, ayat-ayat yang merujuk pada keilahian Yesus diterjemahkan secara lain. Saksi Jehova sendiri mengklaim jumlah anggotanya sekitar 8,58 juta jiwa, yang tersebar di berbagai negara, termasuk di Indonesia. 4. Churches of Christ Gereja Kristus Denominasi gereja yang tidak merayakan natal, yang keempat adalah Churches of Christ Gereja Kristus. Church of Christ adalah sebuah denominasi gereja yang lahir dari gerakan restorasi di AS pada tahun 1906. Jumlah anggota jemaatnya lebih dari 3 juta jiwa, yang tersebar di berbagai negara, dan sepertiganya berada di AS. Secara umum gereja Church of Christ tidak berbeda dengan aliran-aliran gereja Protestan lainnya. Hanya saja gereja ini menganut sistem kepemimpinan gereja Kongregasional. Pages 1 2
kenapa advent tidak merayakan paskah